Cara Menghitung Dividen per Saham, Investor Wajib Tahu!

Cara Menghitung Dividen per Saham, Investor Wajib Tahu!

Bagi para investor saham tentu sudah sering mendengar istilah dividen. Dividen menjadi keuntungan yang diperoleh investor selain capital gain saat menjual saham. Sebelum membahas cara menghitung dividen per saham, Yukk Info akan mengulas beberapa informasi mengenai dividen yang tentu perlu dipahami oleh setiap investor.

Pembayaran dividen final diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dividen menjadi hak bagi setiap investor saham. Lalu, bagaimana cara menghitungnya? Berikut ulasan selengkapnya.

Definisi Dividen Saham, Contoh, dan Cara Menghitungnya

Dividen yang dibagikan kepada investor saham bisa berupa dividen tunai maupun dividen saham. Berikut cara perhitungannya untuk dividen per saham.

  1. Pengertian dividen

Dividen adalah pembagian keuntungan atau laba perusahaan yang diberikan kepada para pemegang saham. Pembayaran dividen dilakukan dengan metode interim dan final.

Dividen interim digunakan untuk pembagian dividen yang bersifat sementara sebelum laba perusahaan ditetapkan dalam RUPS. Sedangkan dividen final dinyatakan dan dibayarkan setelah keputusan RUPS dalam satu tahun buku.

Pada perusahaan yang bagus biasanya dividen yang akan dibayarkan adalah 30% hingga 40% atau lebih dari total laba bersih perusahaan dalam satu tahun. Jika Anda ingin berinvestasi saham, sebaiknya cari perusahaan yang membayarkan dividen tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar.

  1. Contoh dividen saham

Perusahaan yang membagikan dividen saham biasanya dikarenakan tidak memiliki uang tunai yang cukup untuk pembagian dividen tunai. Selain itu, dividen saham dapat meningkatkan saham yang beredar.

Keuntungan dari dividen saham adalah investor tidak akan dikenai PPh atau pajak penghasilan sampai saham yang diberikan dijual. Cara menghitung dividen per saham berdasarkan rasio yang ditetapkan.

Contoh:

PT Suparma Tbk dengan saham SPMA membagikan dividen saham. Rasio yang ditetapkan adalah setiap 100 lebar saham lama akan mendapatkan 32 dividen saham.

Jika Anda memiliki 1 juta saham SPMA, maka akan menerima saham tambahan sebanyak 320.000 saham baru.

  1. Menghitung dividen tunai

Berbeda dengan dividen saham, investor yang menerima dividen tunai akan dikenai pajak yaitu PPh Final sebesar 10%. Jadi jumlah yang akan diterima oleh investor adalah dividen dikurangi pajak.

Baca lainnya  Cara Membangun Bisnis Startup

Contoh:

Dividen tunai yang akan dibagikan kepada investor BCA adalah Rp 430 per lembar. Jika Anda memiliki 10.000 lembar saham BCA, maka dividen yang akan diperoleh dapat dihitung sebagai berikut:

  • Dividen sebelum pajak = 10.000 x Rp 430 = Rp 4.300.000
  • Dividen setelah pajak = Rp 4.300.000 – (Rp 4.300.000 x 10%) = Rp 3.870.000

Sesuai perhitungan di atas, maka dividen yang akan Anda terima adalah Rp 3.870.000. Dividen tunai ini akan langsung ditransfer ke rekening saham.

Itulah beberapa informasi mengenai dividen dan cara menghitung dividen per saham untuk dividen saham dan dividen tunai. Pembagian dividen ini sangat tergantung dari laba perusahaan dan kebijakan yang ditetapkan.