Cara Menghitung Portofolio Saham yang Perlu Diketahui Investor

Cara Menghitung Portofolio Saham yang Perlu Diketahui Investor

Bagi Anda yang berinvestasi pada saham tentunya perlu tahu cara menghitung portofolio saham yang benar. Menghitung kinerja portofolio saham sebenarnya sederhana yaitu menghitung total cash dan market value saham.

Jika Anda hanya menyetor dana satu kali saja tentu lebih mudah, tetapi dengan setoran tambahan yang dilakukan rutin, Anda juga perlu menghitung penambahan portofolio saham dari capital gain, bunga, dan dividen. Di artikel ini Yukk Info akan membahas bagaimana cara menghitung kinerja saham, yuk simak penjelasannya berikut!

Cara Menghitung Kinerja Portofolio Saham yang Benar

Apakah Anda sudah mengetahui cara menghitung portofolio yang benar? Jika belum, berikut cara menghitung kinerja portofolio yang penting untuk dipahami oleh Anda para investor.

  1. Kinerja portofolio saham dengan setor modal satu kali

Contoh:

  • Anda memiliki modal Rp 100 juta yang dialokasikan untuk beberapa saham.
  • Pada akhir tahun saham-saham tersebut bernilai Rp 120 juta

Kinerja portofolio saham:

  • Kenaikan saham Rp 120 juta – Rp 100 juta = Rp 20 juta
  • Kenaikan atau keuntungan Anda adalah 20 juta / 100 juta = 20%
  • Berarti kinerja portofolio saham Anda adalah +20%

Cara menghitung portofolio saham mungkin akan lebih sulit jika dana Anda sering disetor tarik. Jika Anda termasuk salah satunya, maka perhitungan kinerja portofolio dihitung per unit atau dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit.

  1. Hal penting dalam menghitung kinerja portofolio yang saham

Hal yang perlu diketahui bagi Anda yang ingin menghitung kinerja portofolio saham adalah cash dan market value saham. Setidaknya ada 3 market value saham, yaitu:

  • Market value > Buy Value = Unrealized Profit
  • Market value < Buy value = Unrealized Loss
  • Market value = Buy value = At Par

Sedangkan cash yang dihitung untuk portofolio saham bukan hanya modal awal atau modal yang tidak terpakai saja. Cash mengandung unsur cash yang tidak terpakai + realized profit + realized loss.

Contoh:

Anda memiliki modal 100 juta dengan 90 juta ke beberapa saham berikut

  • ABCD= 10.000 lembar @ Rp 2.000
  • EFGH= 10.000 lembar @ Rp 3.000
  • IJKL= 10.000 lembar @ 4.000

Pada akhir bulan harga saham menjadi:

  • ABCD= Rp 2.500 per lembar
  • EFGH= Rp 1.700 per lembar
  • IJKL= Rp 5.000 per lembar
Baca lainnya  Cara Merubah Paypal Personal ke Bisnis Terbaru

Perhitungan:

  • ABCD naik dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.500, berarti Anda untung Rp 5 juta (unrealized profit)
  • EFGH turun dari Rp 3.000 menjadi Rp 2.700, berarti Anda rugi Rp 13 juta (unrealized loss)
  • IJKL naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000, berarti Anda untung Rp 10 juta (unrealized profit)
  • Cash tidak terpakai Rp 10 juta

Modal awal Anda Rp 100 juta dan pada portofolio menjadi Rp 102 juta, sehingga keuntungan Anda adalah Rp 2 juta. Kinerja portofolio sahamnya menjadi 2/100 x 100% = 2%.

Itulah beberapa informasi mengenai portofolio saham dan cara perhitungannya. Anda dapat mempelajari cara menghitung portofolio saham untuk mengetahui kinerja portofolio saham Anda.